Analisis Pengaruh Temperatur Ambient Terhadap Kinerja Cooling Tower Unit 2 Berdasarkan Evaluasi Range dan Approach pada PLTGU PT Mitra Energi Batam

Penulis

  • Firman Manahan Panjaitan Politeknik Negeri Batam
  • Irwanto Zarma Putra Politeknik Negeri Batam

DOI:

https://doi.org/10.30871/ji.v17i1.9344

Kata Kunci:

Kinerja, Cooling Tower, Range, Approach, Efisiensi

Abstrak

PLTGU PT. Mitra Energi Batam telah diamati bahwa Cooling Tower Unit 2 cenderung menghasilkan uap panas dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan Unit 1. Produksi uap panas yang lebih besar pada Cooling Tower Unit 2 tentunya tidak lepas dari pengaruh temperatur ambient (suhu udara sekitar). Dimana suhu yang ada pada sekitar lingkungan Cooling Tower Unit 2 mempengaruhi kinerja Cooling Tower. Semakin dingin lingkungan semakin baik kinerja Cooling Tower. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh temperatur ambient terhadap kinerja Cooling Tower Unit 2 dalam hal perhitungan Range dan Approach serta mengevaluasi perbedaan antara perhitungan "Range" dan "Approach" dalam mengukur kinerja Cooling Tower Unit 2. Pengambilan data dilakukan selama 8 jam dalam 1 hari dari 10 hari pengambilan data pada bulan November 2023. Metode perhitungan kinerja Cooling Tower yang digunakan berupa Evaluasi Range dan Approach, dimana Range merupakan perhitungan temperatur air masuk dengan temperatur air keluar dan Approach merupakan perhitungan Temperatur air keluar dengan Temperatur Wet Bulb (suhu udara sekitar Cooling Tower). Berdasarkan Evaluasi Nilai Range didapatkan hasil perhitungan berada pada kisaran 9.52°C – 9.97°C dan 8.391°C – 10.331°C. Jika Nilai Range semakin kecil maka kinerja Cooling Tower dapat dikatakan baik, untuk Nilai Approach didapatkan hasil perhitungan berada pada nilai 16.515°C – 18.205°C dan 17.625°C – 21.892°C. Jika Nilai Approach semakin kecil, maka kinerja Cooling Tower dapat dikatakan baik karena temperatur air keluar dapat mendekati nilai dari temperatur wet bulb. Untuk Nilai Efisiensi didapatkan hasil perhitungan berada pada nilai sebesar 34.98°C – 37.26°C dan 28.44% - 35.68%.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

“MITRA ENERGI BATAM – Medco Power Indonesia.”https://medcopower.co.id/id/project/mitra-energi-batam/ [accessed Dec. 10, 2023].

[2] Pratiwi, N. P., Nugroho, G., & Hamidah, N. L. (2014). Analisa kinerja cooling tower induced draft tipe lbc w-300 terhadap pengaruh temperatur lingkungan. Jurnal Teknik Pomits, 7(7), 1-6.

[3] Fauzi, D. A., & Rudiyanto, B. (2016). Analisa Performa Menara Pendingin Pada PT Geo Dipa Energi Unit Dieng. Politeknik Negeri Jember.

[4] Muhsin, A., & Pratama, Z. (2018). Analisis Efektivitas Mesin Cooling Tower Menggunakan Range and Approach. Opsi, 11(2), 119-124.

[5] Saputra, I., & Mursadin, A. (2021). ANALISIS TEMPERATUR LINGKUNGAN TERHADAP KINERJA COOLING TOWER DI PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA TBK. P-12 TARJUN KALIMANTAN-SELATAN. JTAM ROTARY, 3(2), 159-172.

[6] Rahman, R., & Mursadin, A. (2022). ANALISIS KINERJA COOLING TOWER MENGGUNAKAN METODE RANGE DAN APPROACH DI PLTU ASAM-ASAM. JTAM ROTARY, 4(2), 129-140.

[7] Melkias, A. (2020). Analisa Performa Pada Cooling Tower Jenis Mechanical Draft Crossflow. Jurnal Teknik Energi, 10(1), 24-28.

[8] Sastrawan, I. K. G., & Subagyo, R. (2020). ANALISA PERPINDAHAN PANAS COOLING TOWER (INDUCED DRAFT) PLTU I PULANG PISAU (2 x 60 MW). Jtam Rotary, 2(2), 171-182.

[9] Permana, A., Margana, A. S., & Ayu, W. S. (2023, August). Analisis Efektivitas Cooling Towersebelum Dan Sesudah Perawatan Di Istana BEC Bandung. In Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar (Vol. 14, No. 1, pp. 507-510).

[10] Amri, K., Melkias, A., & Mashar, A. (2022). ANALISIS PENGARUH MUSIN KEMARAU DAN MUSIM HUJAN TERHADAP KINERJA COOLING TOWER DI PLTU CIREBON UNIT 1. Jurnal Teknik Energi, 11(1), 36-41.

Diterbitkan

2025-04-30

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama