Analisa Perbedaan Karakteristik Gerakan Ponton Pengapung Turbin Angin Lepas Pantai Pada Kondisi Terapung Bebas Dan Tertambat

  • Luh Putri adnyani Institut Teknologi Kalimantan
  • Diana Delivia Teknik Perkapalan, Institut Teknologi Kalimantan
  • Indira Anggriani Matematika, Institut Teknologi Kalimantan
Keywords: ponton, mooring, RAO, free floating

Abstract

Salah satu energi alternatif terbarukan untuk area pantai adalah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dalam pengembangan ketenagalistrikan nasional, khususnya pada daerah yang memiliki potensi kecepatan angin di atas 4 meter per second (m/s). Inovasi teknologi untuk pondasi turbin terapung sangat diperlukan. Identifikasi turbin angin lepas pantai terapung masih memerlukan kajian-kajian spesifik dan mendalam, salah satunya terkait aspek tali tambat. Pada saat beroperasi, seringkali terjadi gerakan yang disebabkan oleh arus, gelombang, atau pun angin. Sistem tambat (mooring) diperlukan untuk menjaga ponton pondasi pembangkit listrik tenaga bayu lepas pantai supaya relatif tetap pada posisi yang dibutuhkan, namun, gaya yang terdapat pada mooring system perlu disesuaikan terhadap karakteristik ponton. Untuk itu, dilakukan penelitian dengan tujuan, mengetahui respon gerakan dari ponton pada saat kondisi terapung bebas dan pada saat tertambat. Dalam penelitian ini digunakan software simulasi MOSES dan Maxsurf. MOSES menjadi alat untuk menganalisis hidrostatik dari ponton dan Maxsurf  merupakan software untuk menganalisis desain ponton. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu RAO heaving maksimum terjadi pada sudut gelombang 900 (beam seas) dengan nilai RAO sebesar 1.0934069 (m/m). RAO roll maksimum terjadi pada sudut gelombang 900 (beam seas) dengan nilai RAO sebesar 9.454861 (rad/rad). RAO pitch maksimum terjadi pada sudut gelombang 450 (quartering seas) dengan nilai RAO sebesar 0.9103925 (rad/rad).

Downloads

Download data is not yet available.

References

M. Collu, A. J. Kolios, A. J. Kolios, A. Chahardehi, F. Brennan and F. Brennan, "A comparison between the preliminary design study between a fixed and a floating support structure for a 5 MW offshore wind turbine, in North Sea," in International Conference Marine Renewable and Offshore Wind Energy, London, April 2010.

C. N. a. L. Ran, Offshore Wind Farms Technologies, Design and Operation, Duxford: Woodhead Publishing (Elsevier), 2016.

G. Benassai, P. Mariani, C. Stenberg and M. Christoffersen, "A Sustainability Index of potential co-location of offshore wind farms and open water aquaculture," Ocean & Coastal Management, pp. 213-218, 2014.

E. B. Djatmiko, Seakeeping: Perilaku Bangunan Apung di atas Gelombang, Surabaya: ITS Press: JurusanTeknik Kelautan ITS, 2003.

O. Y. a. A. Incecik, "Extreme Motion Response Analysis of Moored Semi-Submersibles," Ocean engineering, vol. 23, no. 6, pp. 497-517, 1996.

L. P. Adnyani, "Analisa Kekuatan Ultimate Hull Girder FPSO dengan Pendekatan Metode Lemen Hingga Nonlinear," Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Surabaya, 2014.

Published
2019-12-31
How to Cite
adnyani, L., Delivia, D., & Anggriani, I. (2019). Analisa Perbedaan Karakteristik Gerakan Ponton Pengapung Turbin Angin Lepas Pantai Pada Kondisi Terapung Bebas Dan Tertambat. Jurnal Teknologi Dan Riset Terapan (JATRA), 1(2), 48-54. Retrieved from https://jurnal.polibatam.ac.id/index.php/JATRA/article/view/1607