Pengaruh Enterprise Risk Management (ERM) Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek

  • Iswajuni Iswajuni

Abstract

Enterprise Risk Management (ERM) dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan dengan memudahkan manajemen dalam mengendalikan beragam jenis risiko yang disebabkan adanya kondisi ketidakpastian dengan mengintegrasikan semua jenis risiko yang timbul menggunakan alat dan teknik terpadu, dan kemudian mengkoordinasikan kegiatan dari manajemen risiko kepada seluruh unit operasi dalam suatu organisasi sehingga semua jenis risiko dapat diminimalkan. Penerapan Enterprise Risk Management (ERM) dipandang sebagai sinyal positif oleh investor sehingga respon positif yang diberikan investor dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Enterprise Risk Management (ERM) dengan variabel kontrol yang terdiri dari ukuran perusahaan, ROA, dan kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan. Populasi penelitian perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010-2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Regresi Linear Berganda-Ordinary Least Square (OLS) dan uji hipotesis yang menggunakan uji -t untuk menguji koefisien regresi dengan tingkat signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Enterprise Risk management (ERM) berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. ROA berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan kepemilikan manajerial memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan.

Published
2018-10-03