Penerapan Teknik Rotoscoping Sudut 360 Derajat pada Animasi 2D Menggunakan Toon Boom Harmony
Kata Kunci:
Teknologi, Multimedia, Animasi 2D, Rotoscoping, 360 DerajatAbstrak
Pada era digital saat ini, animasi modern berkembang sebagai disiplin ilmu yang mengintegrasikan unsur seni dan teknologi. Sebagai bidang seni, animasi berlandaskan prinsip-prinsip dasar yang menjadi fondasi keilmuannya, seperti slow in–slow out, squash and stretch, anticipation, hingga staging. Perkembangan teknologi kemudian memperkaya prinsip-prinsip tersebut dan melahirkan berbagai teknik animasi, salah satunya adalah rotoscoping yang pertama kali diperkenalkan oleh Fleischer Studio pada tahun 1917. Teknik rotoscoping memungkinkan animator menirukan gerakan manusia secara presisi dengan menelusuri ulang rekaman gerak nyata, sehingga menghasilkan animasi dengan tingkat kehalusan dan akurasi yang tinggi. Seiring perkembangan kebutuhan visual, muncul teknik Motion Capture yang mampu merekam gerakan dalam sudut 360 derajat, meskipun penerapannya memiliki keterbatasan biaya dan perangkat. Dalam konteks animasi 2D, perkembangan perangkat lunak seperti Toon Boom Harmony memberikan solusi melalui fitur-fitur yang mendukung penerapan rotoscoping secara efektif, termasuk onion skinning, fleksibilitas timeline, dan vector layering. Penelitian ini berfokus pada penerapan teknik rotoscoping 360 derajat pada animasi 2D dengan menekankan aspek perspektif, pencahayaan, dan bayangan untuk menciptakan ilusi kedalaman yang realistis. Berdasarkan hasil kuesioner terhadap 10 responden, teknik rotoscoping dengan sudut 360 derajat memperoleh nilai persentase keseluruhan sebesar 78,89% dengan kategori baik.






