Implementasi Sistem Monitoring Kecepatan Angin, Suhu, dan Kelembaban Berbasis Web di Daerah Kepulauan

  • Rian Anjasmara Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Tonny Suhendra Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Anton Hekso Yunianto Universitas Maritim Raja Ali Haji

Abstract

Pengukuran suhu, kelembaban, dan kecepatan angin sangat penting untuk dilakukan di pulau sebagai informasi cuaca kepada masyarakat. Sistem monitoring ditambahkan perangkat pengiriman data menggunakan kartu GSM agar dapat ditampilkan datanya ke dalam dashboard platform online. Penelitian ini bertujuan melakukan pengembangan sistem monitoring kecepatan angin, suhu, dan kelembaban berbasis web yang dapat diterapkan di daerah kepulauan, pemantauan data secara realtime yang terkirim ke platform, dan pengukuran konsumsi daya pada perangkat. Metode penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan studi literatur,  observasi, perancangan, dan pengujian sistem. Pada penelitian ini GSM Shield SIM900 digunakan sebagai perangkat pengiriman data, DHT22 sebagai perangkat sensor suhu dan kelembaban, perangkat anemometer sebagai pembaca kecepatan angin, platform Thingspeak sebagai penampil data, dan micro SD Card sebagai penyimpanan data cadangan. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengembangan sistem monitoring suhu, kelembaban, dan kecepatan angin telah berhasil dilakukan dengan pengiriman data menggunaakan GSM yang ditampilkan ke dalam platform Thingspeak. Data yang tidak terkirim ke server diduga karena kualitas sinyal GSM pada saat pengiriman data tidak cukup kuat atau karena adanya timeout. Sistem monitoring ini menghabiskan daya sebesar 0,977 Wh.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Suwardi, “Monitoring kecepatan angin berbasis web,” Tugas Akhir, Politeknik Negeri Batam, 2017.
[2] S. Andoni dan D. Susanto, “Alat Pengukur Suhu, Kelembaban Relatif, Dan Tekanan Udara Digital,” J. Meteorol. Klimatol. Dan Geofis., hlm. 11, 2015.
[3] M. T. Afif dan I. A. P. Pratiwi, “Analisis Perbandingan Baterai Lithium-Ion, Lithium-Polymer, Lead Acid dan Nickel-Metal Hydride pada Penggunaan Mobil Listrik - Review,” J. Rekayasa Mesin, vol. 6, no. 2, hlm. 95–99, Agu 2015.
[4] Technical Learning Collage, Basic Electricity : Continuing Education Professional Development Course. 2018.
[5] M. Banzi dan M. Shiloh, Getting started with Arduino, Third edition. Sebastopol, CA: MakerMedia, 2015.
[6] R. Hidayat dan I. K. Bachtiar, “Perancangan Dan Karakterisasi Prototipe Anemometer Jenis Cup,” 2015.
[7] Aosong Electronics Co.,Ltd, “AM2302 Product manual.” Aosong Electronics Co., Ltd, 2012.
[8] A. Faudin, “Cara mengakses module micro SD menggunakan Arduino,” nyebarilmu, 2018. .
[9] B. Chaniago dan A. Hamzah, “Analisa dan Desain Monitoring Pembangkit Listrik Tenaga Angin dengan Menggunakan Web dan Arduino,” JOM FTEKNIK Univ. Riau, vol. 5, hlm. 6, 2018.
[10] M2MSupport, “AT+CSQ – Signal quality,” M2MSupport.net, 28-Apr-2012. .
[11] Saptaji, “Mengecek Signal Strength (Kuat Sinyal) Operator dengan AT Command dan Delphi,” Saptaji.com, 20-Jan-2013. [Daring]. Tersedia pada: http://saptaji.com/2013/01/20/mengecek-signal-strength-kuat-sinyal-operator-dengan-at-command-dan-delphi/. [Diakses: 20-Mei-2019].
[12] Teltonika, “Mobile Signal Strength Recommendations,” wiki.teltonika.lt, 2019. [Daring]. Tersedia pada: https://wiki.teltonika.lt/view/Mobile_Signal_Strength_Recommendations. [Diakses: 02-Jul-2019].
[13] sk.raharja.ac.id, “Thingspeak – CCIT,” sk.raharja.ac.id, 2015. [Daring]. Tersedia pada: http://sk.raharja.ac.id/thingspeak/. [Diakses: 16-Okt-2018].
Published
2019-12-31