PEMBUATAN GAME 3D “AGEN PEMBURU HEWAN” MENGGUNAKAN METODE FUZZY LOGIC UNTUK PEMBERIAN SARAN PADA FPS TERHADAP NPC

  • Riwinoto - Asyam Ahmadi - Lia Nurwahdini Politeknik Negeri Batam
Keywords: Game First Person Shooter (FPS), Non Player Character (NPC), Fuzzy Logic, dan Unity 3D.

Abstract

Game First Person Shooter (FPS) adalah game dengan senjata api yang menggunakan sudut pandang orang pertama dengan mengsimulasikan seperti yang dilihat melalui mata karakter yang dimainkan. Game Agen Pemburu Hewan merupakan game FPS yang dibuat menggunakan Unity 3D sebagai game engine. Game ini memiliki Non-Player Character (NPC) musuh yang memiliki kecerdasan buatan untuk melakukan tindakan sesuai dengan kondisi NPC saat itu. Tidak hanya pada NPC, FPS atau player juga memiliki sistem support yang dibangun dari teknik kecerdasan buatan berupa saran yang ditampilkan menggunakan GUI Box. Kecerdasan buatan untuk FPS dan NPC menggunakan metode Fuzzy Logic.

Pengamatan pada first person shooter yang menggunakan fuzzy logic dan non fuzzy logic terhadap sisa peluru memiliki hasil yang berbeda untuk player ketika game dimainkan. Menggunakan fuzzy logic dari 15 percobaan permainan rata-rata sisa peluru yaitu 56,06 peluru. Sedangkan non fuzzy logic rata-rata sisa peluru yaitu 27,73 peluru dari 100 jumlah peluru. Pengamatan ini memberikan manfaat yang berguna ketika memainkan game dalam menyelesaikan misi dengan sisa peluru yang banyak. Pada Non player character berbeda denga FPS, NPC dapat diuji coba menggunakan fuzzy logic dan non fuzzy logic terhadap waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan game sebanyak 15 kali. NPC ketika diberikan fuzzy logic memiliki jumlah rata-rata yaitu 661 detik. Sedangakan pada NPC non fuzzy logic waktu yang di perlukan adalah 457,6 detik. Hal ini menunjukkan bahwa NPC ketika di berikan fuzzy logic akan menyulitkan dan memerlukan waktu yang cukup lama oleh player dalam menyelesaikan misi game.

Published
2018-01-02