Penguatan Branding dan Digitalisasi Wisata melalui Program SERIP 360° Bakau Serip

Penulis

  • Mutia Ulfah Politeknik Negeri Batam
  • Alrido Martha Devano Politeknik Negeri Batam
  • Ancala Laras Putri Politeknik Negeri Batam
  • Andi Erna Mulyana Politeknik Negeri Batam
  • Aprizal Putra Politeknik Negeri Batam
  • Ayu Diah Lestari Politeknik Negeri Batam
  • Bambang Hendrawan Politeknik Negeri Batam
  • Daniel Kasidi Politeknik Negeri Batam
  • Viona Metriani Politeknik Negeri Batam
  • Sarah Nur Aulia Politeknik Negeri Batam
  • Agitya Putri Alifia Politeknik Negeri Batam
  • Emiliana Saidatul Chabibah  Politeknik Negeri Batam
  • Siti Fatimah Azzahro Politeknik Negeri Batam
  • Callysta Diva Filia Politeknik Negeri Batam
  • Miftah Khoiriah Harahap Politeknik Negeri Batam

DOI:

https://doi.org/10.30871/abdimaspolibatam.v8i1.12911

Kata Kunci:

Tourism Branding, Digital Tourism, Community-Based Tourism, Village Tourism Development, Social Media Marketing, Sustainable Tourism, Content Creation, Destination Marketing

Abstrak

Abstrak— Kampung Tua Bakau Serip merupakan satu-satunya desa wisata mangrove di Sumatra yang diakui secara nasional. Potensi ekologis, kultural, dan edukatifnya masih belum dimanfaatkan secara optimal karena branding yang sporadis, kanal promosi digital yang belum terkelola secara sistematis, dan keterbatasan kapasitas komunitas. Artikel ini menguraikan program SERIP 360°, sebuah inisiatif pengabdian masyarakat yang bertujuan menguatkan identitas merek, meningkatkan literasi digital komunitas, serta mengaktifkan kampanye promosi wisata digital berbasis partisipasi Pokdarwis dan pelaku UMKM lokal. Metode yang diterapkan meliputi: (i) audit branding, penyusunan brand guideline, dan pelatihan visual identity; (ii) optimisasi kanal digital, editorial planning, dan pelatihan storytelling; (iii) produksi konten digital, katalog wisata multibahasa, serta QR signage interaktif; dan (iv) aktivasi kampanye digital kolaboratif dengan influencer dan media lokal. Program dilaksanakan dalam dua fase berkesinambungan selama satu semester, menekankan pembentukan tim konten internal desa agar mampu mengelola promosi secara mandiri. Hasil yang ditargetkan meliputi dokumen brand guideline, kanal promosi aktif, konten digital siap tayang, katalog digital multibahasa, dan QR signage interaktif. Evaluasi dilakukan secara formatif dan sumatif dengan indikator capaian keberlanjutan. SERIP 360° menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif berbasis komunitas dapat menjadi model pengembangan branding dan promosi digital desa wisata yang adaptif, profesional, dan berkelanjutan, serta dapat direplikasi di desa wisata berbasis alam lain di Indonesia.

Kata Kunci—Branding, Community Empowerment, Digital Promotion, Ecotourism, Desa Binaan

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2026-06-29

Cara Mengutip

Ulfah, M., Devano, A. M., Putri, A. L., Mulyana, A. E., Putra, A., Lestari, A. D., … Harahap, M. K. (2026). Penguatan Branding dan Digitalisasi Wisata melalui Program SERIP 360° Bakau Serip. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam, 8(1), 114–126. https://doi.org/10.30871/abdimaspolibatam.v8i1.12911