EFFECT OF WELDING SEQUENCE ON MULTI PASS TEMPER BEAD WELDING JOINT OF PT .INKA BOGIE LRT ON DISTORCTION, MICRO STRUCTURE AND HARDNESS

  • Moh M Munir Welding Engineering department, ShipbuildingInstitute of Polytechnic Surabaya
  • Mukhlis Mukhlis Welding Engineering department, ShipbuildingInstitute of Polytechnic Surabaya, Surabaya
  • Imam Khoirul R Welding Engineering department, ShipbuildingInstitute of Polytechnic Surabaya, Surabaya
  • Hendri B Welding Engineering department, ShipbuildingInstitute of Polytechnic Surabaya, Surabaya
  • M syaiful A Welding Engineering department, ShipbuildingInstitute of Polytechnic Surabaya, Surabaya
  • Erdiyansyah A Welding Engineering department, ShipbuildingInstitute of Polytechnic Surabaya, Surabaya
  • Andi Ari W Welding Engineering department, ShipbuildingInstitute of Polytechnic Surabaya, Surabaya
Keywords: Welding sequence, Temper bead welding, Distorsi, kekerasan

Abstract

Bogie kereta api merupakan salah satu bagian yang sangat penting, karena bogie menahan beban yang ada pada suatu gerbong kereta api. Karena sifatnya yang sangat penting maka bogie kereta api harus memiliki sifat dan kekuatan yang baik. Bogie hasil proses fabrikasi dengan pengelasan, memerlukan proses annealing untuk mereduksi tegangan sisa yang terjadi. Proses annealing atau Post Weld Heat Treatment tersebut membutuhkan furnace yang besar, energi listrik yang besar, dan tentunya biaya jadi lebih mahal. Pada penelitian ini,   dilakukan alternative  proses  pengelasan dengan teknik  Temper bead welding, pada sambungan frame bogie plate to plate dan plate to round bar. Selain itu juga melakukan proses Post Weld Heat Treatment pada sambungan plate to plte, dan sequence of welding pada sambungan plate to round bar. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa proses Temper bead welding yang dilakukan terhadap proses fabrikasi joint bogie LRT plate to plate dan joint plate to round bar, dapat menurunkan nilai kekerasan, namun belum menunjukkan perbedaan yang signifikan. Sedangkan proses Temper bead welding dapat menghasilkan distorsi yang paling kecil pada bogie LRT. Hasil pengukuran distrosi menujukan pengelasan sequence B menghasilkan distorsi paling besar, sedangkan variasi distorsi terkecil adalah varisi sequence C dengan temper bead welding.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Abdul Kareem, A. e. (2014). Hardness, Microstructure, and Residual Stresses in Low Carbon Steel Welding with Post Weld Heat Treatment and Temper bead welding. Metalurgical And Materials Transactions.
[2] Andriansyah, y. (2012). Aplikasi temper bead welding (TBW) Untuk Menggantikan Proses Post weld Heat Treatment Pada Sambungan Stub to Harp Nozzle dengan Material SA 335 P22 to SA 106 C di PT Alstom Power ESI-Surabaya. Surabaya: PPNS.
[3] Arisandi, M. A. (2013). Pengaruh Teknik Temper bead welding pada pengelasan Material SA 516 Grade 70 sebagai Pengganti PWHT terhadap Toughness, hardness dan Struktur Mikro. Surabaya: PPNS.
[4] ASME. (2015). ASME Boiler and Pressure Vessel Code Section IX: Welding And Brazing Qualification. New York: ASME.
[5] Australia, W. T. (2006). Temper bead welding. WTIA.
[6] Kuo-Hsi Ling, e. (2015). Effect of welding Squence of Multi pass Temper bead in Gas Shielded Flux Core Arc welding Process: Hardness, Micro Structure, and Impact Toughneess Analysis. internationan Journal advanched manufacturing Technology, 1033 - 1046.
[7] Sperko, W. J. (2015). Exploring Temper bead welding. Welding Journal, American welding Society.
Published
2019-10-17