Multimeter Portabel Pengukur Nutrisi Tanah Pertanian untuk Kelompok Tani Maju Mandiri di Pulau Setokok
DOI:
https://doi.org/10.30871/abdimaspolibatam.v5i1.5543Kata Kunci:
Lahan Pertanian, Kondisi Tanah, Jenis Tanaman, Alat Ukur PortableAbstrak
Dewasa ini, perkembangan Kota Batam saat ini tidak hanya pada pengembangan kawasan industri serta pariwisata, tetapi juga mengarah pada perkembangan pertanian dan perkebunan. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk usaha dalam menjaga ketahanan pangan untuk wilayah di Kota Batam yang awalnya kebutuhan pangan banyak disuplai dari daerah di Pulau Sumatera. Kota Batam yang wilayahnya terdiri dari kepulauan menimbulkan kendala dalam pengembangan lahan pertanian dan perkebunan. Di antaranya jenis tanah yang sulit ditumbuhi tanaman musiman; sumberdaya air yang bergantung pada air hujan; serta akses menuju lokasi pertanian dan perkebunan yang tersebar di beberapa pulau sehingga menyulitkan dalam pengiriman logistik dan hasil pertanian. Kondisi tanah sangat mempengaruhi kualitas tanaman yang dihasilkan, serta jenis tanah akan mempengaruhi jenis tanaman yang cocok di tanam. Berdasarkan kendala tersebut Politeknik Negeri Batam membentuk tim Pengabdian Kepada Masyarakat dalam mendukung program pengembangan lahan pertanian, salah satunya adalah tim pengembangan alat pengukur nutrisi tanah portable yang bekerjasama dengan mitra "Kelompok Tani Maju Mandiri" di Pulau Setokok. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan secara bertahap, selain survei lapangan dalam rangka identifikasi kebutuhan kelompok tani, periode pengabdian kepada masyarakat sekarang telah sampai pada pengembangan alat ukur kondisi tanah portable dengan hasil pengujian masih pada pengujian laboratorium dan belum sampai pengujian pada lahan pertanian sebenarnya. Hasil survei lapangan menggambarkan kondisi tanah pertanian dari mitra yang berwarna merah kecoklatan yang sebagian besar merupakan tanah liat. Tanaman yang cukup berhasil dipanen berupa tanaman cabai keriting hijau. Sumber air berasal dari waduk kecil tadah hujan yang dipersiapkan disekitar lahan pertanian. Hasil disain alat ukur, telah sampai pada tahap pengujian laboratorium yang telah mampu menunjukan nilai dari nutrisi tanah. Pengujian pengukuran dilahan pertanian secara langsung, serta pendampingan kepada mitra dalam pengoperasian alat ukur akan dilaksanakan pada tahapan pengabdian kepada masyarakat berikutnya.






