Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pelaporan Kerusakan Fasilitas Publik di Kota Batam Melalui Aplikasi BALAP-IN
DOI:
https://doi.org/10.30871/abdimaspolibatam.v7i2.11822Keywords:
Infrastruktur publik, Partisipasi Masyarakat, Aplikasi, BALAP-INAbstract
Fasilitas public di Kota Batam masih menghadapi sejumlah kendala, seperti kerusakanjalan, taman, mapun lampu penerangan sering kali lambat mendapatkan perbaikan. Rendahnya keterlibatan masyarakat dalam memnyampaikan laporan turut memperburuk kondisi ini, terutama karena mekanisme pelaporan yang dianggap berbelit dan kurang jelas. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan teknologi berupa aplikasi BALAP-IN (Batam Lapor-Infrastruktur), dimana aplikasi ini merupakan platform digital yang dirancang untuk membantu masyarakat untuk melaporkan kerusakan fasilitas public secara praktis, transparan, dan terdokumentasi dengan baik. Oleh sebab itu, aplikasi BALAP-IN perlu diperkenalkan kepada masyarakat agar dapat dimanfaatkan sehingga diharapkan tumbuh kesadaran dan partisipasi aktif warga untuk melaporkan kerusakan yang ditemui kepada pihak pengelola. Kegiatan pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif dengan menerapkan model teknologi partisipatif. Metode yang digunakan melalui sosialisasi di media sosial dalam bentuk kampanye digital, Brainstorming dan diskusi dengan pihak berwenang, dan FGD. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa target dan tujuan tercapai yaitu: (1) Dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya melaporkan kerusakan fasilitas publik, melalui partisipasi masyarakat membagikan pengalamannya yang mencapai 70,87%; (2) aplikasi BALAP-IN dikenal masyarakat secara luas dan berpotensi dalam peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelaporan kerusakan infrastruktur publik; (3) Antusias masyarakat dalam menggunakan aplikasi BALAP-IN, mengindikasikan dapat meningkatkan jumlah laporan kerusakan fasilitas publik yang valid di kota Batam. Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan pengawasan dan pemeliharaan jalan di Kota Batam dapat berjalan lebih responsive, transpran dan berkelanjutan.









